Laporan Praktikum MK Teknik Pembuatan dan Pemberian Pakan
TEKNIK
PEMBUATAN DAN PEMBERIAN PAKAN PADA IKAN NILA (Oreochromis
niloticus) DENGAN
PROTEIN 28 %
Di susun
oleh :
Nama : Kinang
Nim : 1211102010028
Kelompok : 1
Asisten : Bachtiar
Lubis SPi

JURUSAN
BUDIDAYA PERAIRAN
FAKULTAS KELAUTAN DAN
PERIKANAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
BANDA ACEH
2015
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr .Wb.
Syukur
Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT yang dengan hidayah-Nya saya
telah menyelesaikan Laporan Praktikum Mata Kuliah Teknik Pembuatan
Dan Pemberian Pakan Pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dengan Protein 28 %.
Ucapan terima kasih kepada para asisten
yang telah membimbing kami dalam kegiatan percobaan pada saat praktikum, kami berharap dengan adanya laporan
ini dapat membantu kami bagaimana teknik
pembuatan pakan yang benar agar pakan yang dibuat dapat membanti pertumbuhan
dan kelangsungan hidup dari ikan yang dibudidayakan.
Saya menyadari mungkin masih banyak
kekurangan dalam membuat sebuah laporan hasil dari analisa data, untuk itu saya menunggu kritik dan saran yang
membangun untuk menambah kekualitasan sebuah laporan hasil dari sebuah
penelitian atau pengamatan.
Darussalam, 1
Juni 2015
Penyusun
Kinang
(1211102010028)
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii
DAFTAR TABEL..................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................... 1
1.1
Latar Belakang......................................................................................... 1
1.2
Tujuan Praktikum..................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................. 3
BAB III METODELOGI KERJA........................................................................... 5
3.1 Waktu
dan Tempat................................................................................... 5
3.2 Alat dan Bahan........................................................................................ 5
3.3 Cara Kerja................................................................................................ 6
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN................................................................ 7
4.1 Hasil
Pengamatan..................................................................................... 7
4.2 Pembahasan............................................................................................. 7
BAB V PENUTUP................................................................................................... 10
5.1 Kesimpulan .............................................................................................. 10
5.2 Saran......................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 11
LAMPIRAN.............................................................................................................. 12
DAFTAR TABEL
Tabel.1 Alat dan Bahan untuk
pembuatan pakan...................................................... 5
Tabel.2 Alat dan Bahan treatmen
pemberian pakan pada ikan Nila.......................... 6
Tabel.3 Hasil Pengamatan Uji
Fisika......................................................................... 7
Tabel.4 Hasil Pengamatan Uji
Kimia......................................................................... 7
Tabel.5 Hasil Pengamatan Uji
Biologi....................................................................... 7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Budidaya
ikan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting saat ini dan masa yang akan
datang. Hal ini dikarenakan ikan merupakan salah satu jenis pangan yang sangat
dibutuhkan oleh manusia yang mempunyai hargajual relatif murah dan mempunyai
kandungan gizi yang lengkap. Dengan mengkonsumsi ikan maka kebutuhan gizi
manusia akan terpenuhi. Oleh karena itu
kemampuan sumberdaya manusia untuk memproduksi ikan budidaya sangat dibutuhkan.
Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan keterbatasan lahan budidaya
selanjutnya, maka dibutuhkan suatu teknologi budidaya ikan pada lahan yang
terbatas dan produktivitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Pakan
merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya karena sangat berpengaruh
terhadap kinerja ikan, yang meliputi pertumbuhan dan reproduksi. Oleh karena
itu, pemberian pakan yang berkualitas diharapkan dapat meningkatkan keefisienan
pakan, yang tercermin dalam peningkatan pertumbuhan. Pertumbuhan adalah
perubahan ukuran baik bobot atau panjang dalam jangka waktu tertentu.
Pertumbuhan hanya akan terjadi apabila kandungan energi dalam pakan melebihi
dari energi yang diperlukan untuk pemeliharaan tubuh dan mengganti sel rusak.
Ikan
nila (Oreochromis niloticus) merupakan genus ikan yang dapat hidup dalam
kondisi lingkungan yang memiliki toleransi tinggi terhadap kualitas air yang
rendah, sering kali ditemukan hidup normal pada habitat-habitat yang ikan dari
jenis lain tidak dapat hidup. Bentuk dari ikan nila panjang dan rampin berwarna
kemerahan atau kuning keputih-putihan. Perbandingan antara panjan total dan
tinggi badan 3 : 1. Ikan nila merah memiliki rupa yang mirip dengan ikan
mujair, tetapi ikan ini berpunggung lebih tinggi dan lebih tebal, ciri khas
lain adalah garis-garis kearah vertikal disepanjang tubuh yang lebih jelas
dibanding badan sirip ekor dan sirip punggung.
Energi
bagi makhluk hidup berasal dari makanan dimana dari makanan ini akan diubah
menjadi energi kimia dan disimpan dalam tubuh dalam bentuk Adenosin Tri Phosphat
(ATP). Dengan adanya energi ini dapat mengubah energi kinetik dari suatu reaksi
metabolisme yang menimbulkan kerja dan panas. Pada ikan sumber energi diperoleh
dari pakan, dimana pada pakan ikan ini mengandung zat gizi/nutrien yang berasal
dari karbohidrat, lemak dan protein dan dapat terukur secara langsung atas
pertolongan bom kalorimeter. Energi diperlukan untuk melakukan pekerjaan
mekanis (aktivitas otot), pekerjaan kimia (proses kimia yang berlangsung dalam
tubuh), kerja elektrik ( aktifitas saraf), dan pekerjaan osmotik (memelihara
badan untuk menjaga keseimbangan satu sama lain dan dengan medium air tawar,
payau atau air laut dimana organisme air itu hidup).
1.2 Tujuan Praktikum
Adapun
tujuan dilakukan praktikum ini adalah untuk mengetahui teknik pembuatan pakan,
mulai dari pemilihan bahan baku pakan, untuk mendapatkan protein yang tepat
sesuai dengan protein yang dibutuhkan oleh ikan yang kita budidayakan.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Laju
pertumbuhan khusus (Specific Growth Rate/SGR) merupakan parameter biologi yang
menunjukkan kecepatan pertumbuhan (Djangkaru, 1974). Pertumbuhan ikan uji
selama percobaan dicerminkan oleh adanya nilai laju pertumbuhan khusus (SGR).
Menurut Buckle et al. (1985), pertumbuhan mikroba dalam bahan pakan
menyebabkan perubahan yang menguntungkan, seperti perbaikan bahan pakan dari
segi mutu baik aspek gizi maupun daya cerna.
Pertumbuhan
hanya akan terjadi apabila kandungan energi dalam pakan melebihi dari energi
yang diperlukan untuk pemeliharaan tubuh dan mengganti sel rusak (Zonneveld et
al., 1991). Pada hasil penelitian Hariyadi et al. (2002) pada ikan
patin memberikan nilai SGR sebesar 0,327 – 0,600%. Hal ini menunjukkan bahwa
masing-masing jenis ikan mempunyai nilai SGR tertentu, yang tergantung pada
kualitas dan intake pakannya untuk menunjang laju pertumbuhannya.
Menurut Nurhidayatulloh (2003),
kualitas pakan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi nilai keefisienan
protein. Selain itu, nilai keefisienan protein dipengaruhi oleh beberapa
factor, antara lain ukuran ikan, fungsi fisiologis ikan, dan laju makan (Brown
and Bratzek, 1980). Kualitas pakan ditentukan oleh kandungan nutrisi dan energi
dalam pakan tersebut. Kandungan energi pakan yang tinggi menyebabkan
pemanfaatan protein kurang efisien, karena terlalu banyak energi dapat
menyebabkan pengurangan intake pakan dan juga mengurangi pemasukan nutrisi
(Rachmawati et al., 2003).
Keefisienan protein secara nyata sangat dipengaruhi oleh
kadar energi dalam pakan, dan retensi protein juga dipengaruhi oleh kadar
protein dan energi. Pada juvenil ikan “Flounder”, Paralichthys oliveaceus, yang
diberi pakan 40% protein dan energi rendah, keefisienan proteinnya lebih tinggi
daripada ikan yang diberi pakan 30 – 40% protein dengan kadar energi lebih
tinggi (Lee et al., 2000). Vitamin A dalam pemberiannya pada ikan
sebaiknya tidak berlebihan, karena berdasarkan hasil penelitian dalam Tacon
(1991), pemberian vitamin A dengan dosis 2,2 – 2,7 juta IU/kg pada ikan salmon
memberikan dampak keracunan.
Menurut Murray (1999), vitamin D merupakan prohormon
steroid. Vitamin ini diwaklili oleh senyawa steroid yang terutama terdapat pada
hewan, tanaman dan ragi. Melalui berbagai perubahan metabolik dalam tubuh,
vitamin D menghasilkan suatu hormon yang dikenal dengan nama kalsitriol,
kalsitriol ini mempunyai peranan sentral dalam metabolisme kalsium dan fosfor.
Dari beberapa jenis vitamin D dua diantaranya dianggap yang paling penting
yaitu vitamin D2 (ergo kalsiferol) dan vitamin D3 (7-dehidrokolesterol
kolikolaferol). Struktur kedua vitamin tersebut sangat mirip.
BAB III
METODELOGI
3.1
Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Fakultas
Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala, tepatnya dari tanggal 3-9 Mei
2015 merupakan pemilihan bahan baku dan pembuatan pakan untuk ikan Nila.
Sedangkan pada tanggal 10-23 Mei 2015 tahap uji pakan terhadap kelangsungan
hidup ikan Nila. Terakhir merupakan kegiatan evaluasi dan persentasi hasil dari
praktikum pada tanggal 30 Mei 2015 pada pukul 08.00-11.30 WIB.
3.2
Alat dan Bahan
Berikut merupakan beberapa alat dan bahan yang digunakan
pada saat praktikum berlangsung mulai dari pembuatan pakan sampai percobaan
pakan pada kelangsungan hidup ikan Nila.
Tabel.1 Alat dan Bahan
untuk pembuatan pakan
|
No.
|
Nama
Alat dan Bahan
|
Jumlah
|
|
1
|
Dedak
halus
|
0,83 kg
|
|
2
|
Tepung
tapioka
|
0,27 kg
|
|
3
|
Tepung
daun gamal
|
0,58 kg
|
|
4
|
Tepung
daun lamtoro
|
0,58 kg
|
|
5
|
Tepung
ikan
|
0,38 kg
|
|
6
|
Tepung
keong mas
|
0,32 kg
|
|
7
|
Tepung
kedelai
|
2 kg
|
|
8
|
Premiks
|
0,04 kg
|
|
9
|
Timbangan
|
1 unit
|
|
10
|
Mesin
penggiling
|
1 unit
|
|
11
|
Tapis
untuk menghasilkan tepung
|
1 unit
|
|
12
|
Wadah
pengaduk
|
1 unit
|
|
13
|
Mesin
pencetak
|
1 unit
|
|
14
|
Air
|
Secukupnya
|
|
15
|
Terpal
|
1 unit
|
|
16
|
Kamera
|
1 unit
|
Tabel.2 Alat dan Bahan
treatmen pemberian pakan pada ikan Nila
|
No.
|
Nama
alat dan Bahan
|
Jumlah
|
|
1
|
Timbangan
|
1 unit
|
|
2
|
Ikan
Nila 8-13 cm
|
20 ekor
|
|
3
|
Stopwatch
|
1 unit
|
|
4
|
Penggaris
|
1 unit
|
|
5
|
Air
|
Secukupnya
|
|
6
|
Wadah
|
4 unit
|
3.3
Cara Kerja
Adapun cara kerja untuk praktikum pembuatan pakan sampai
pemberian pakan untuk melihat pertumbuhan dan kelangsungan hidup adalah
1.
Diambil dan dipilih bahan baku pakan
yang efesien, murah, dan mudah didapat.
2.
Dikeringkan bahan baku sesuai dengan
kebutuhan.
3.
Digiling (dihaluskan) semua bahan yang
sudah kering.
4.
Ditimbang semua bahan dengan jumlah yang
sudah ditentukan.
5.
Dicampur semua bahan sampai homogen
kemudian diberi air secukupnya.
6.
Dicetak bahan sesuai dengan ukuran mulut
ikan target.
7.
Dikeringkan pakan dengan matahari selama
2-3 jam, lalu pakan dikeringkan dengan menggunakan oven dengan suhu 600C
selama 8 jam.
8.
Diukur panjang dan bobot berat ikan
sebelum diberi pakan buatan tersebut.
9.
Diamati dan dicatat hasil pengukuran
awal.
10.
Pakan diberikan pada ikan selama 14
hari, pada 3 wadah ikan percobaan dan 1 wadah sebagai ikan kontrol dengan pakan
komersil.
11.
Setelah 14 hari ikan diukur dan
ditimbang bobot berat tubuh ikan, lalu dicatat hasilnya.
12.
Diamati respon ikan terhadap pakan yang
diberikan.
13.
Diamati daya apung pakan di dalam air.
14.
Diamati daya hancur pakan.
15.
Diamati warna dan bau dari pakan
tersebut.
16.
Dibuktikan kandungan protein dengan uji
proksimat
BAB IV
Hasil dan Pembahasan
4.1
Hasil Pengamatan
Tabel.3 Hasil Pengamatan
Uji Fisika
|
No
|
Karakteristik
yang diuji
|
Keterangan
|
|
1
|
Bau
|
Seperti daun
gamal
|
|
2
|
Warna
|
Hijau
kehitaman
|
|
3
|
Daya apung
|
8
detik
|
|
4
|
Daya hancur
|
2
menit
|
Tabel.4 Hasil
Pengamatan Uji Kimia
|
No
|
Karakter yang
diuji
|
Keterangan
|
|
1
|
Kadar protein
|
25,
0687 %
|
Tabel.5 Hasil
Pengamatan Uji Biologi
|
No
|
Karakter yang
diuji
|
Keterangan
|
|
1
|
Laju
pertumbuhan (GR)
|
0,032
%
|
|
2
|
Mortalitas
|
5
%
|
|
3
|
Kelangsungan
hidup (SR)
|
95
%
|
|
4
|
Konversi
pakan (FCR)
|
0,4
kg
|
4.2
Pembahasan
Proses pembuatan pakan dilakukan secara berurutan, mulai
dari pemilihan ikan yaitu diambil ikan Nila yang cendrung bersifat Herbivora,
kemudian pemilihan bahan basal dan bahan suplemen. Beberapa pertimbangan untuk
memilih bahan baku pakan tersebut diantaranya : ketersediaan bahan baku yang
mudah didapat, dengan harga murah dan memiliki protein tinggi. Setelah
penentuan bahan, maka selanjutnya penentuan jumlah bahan baku dengan
pertimbangan kadar protein masing-masing
bahan, dengan tujuan untuk mendapatkan pakan yang memiliki kandungan protein 28
%.
Pakan yang dihasilkan sebanyak 5 kg, dengan bau dari
pakan memiliki ciri khas bau daun gamal hal ini disebabkan karena banyaknya
jumlah daun gamal yang dipakai, sehingga bau dari bahan-bahan lain tertutupi
sehingga cocok untuk daya tarik pakan terhada ikan yang bersifat herbivora.
Warna pada pakan hijau kehitaman yang berarti perpaduan dari bahan-bahan yang
berasal dari dedaunan berkolaborasi dengan tepung keong mas yang berwarna
hitam. Daya apung pada pakan sangatlah singkat yaitu dengan waktu 8 detik pakan
tersebut langsung tenggelam, bisa diperkirakan kandungan air pada pakan
tersebut masih dalam jumlah yang banyak, yang merupakan berat kering pahan
pakan karena pada saat pengeringan dengan oven hanya dengan suhu 600C,
untuk tujuan agar susunan nutrisi pada pakan tidak rusak. Daya hancur pada
pakan cukup lama yaitu dengan waktu 2 menit, daya hancur pakan dapat ditentukan
oleh kandungan pakan dari bahan tepung tapioka, semakin banyak kandungan tepung
tapioka maka daya hancur pakan akan semakin lama begitu pula sebaliknya.
Hasil proksimat dapat menentukan apakah benar pakan yang
dibuat sesuai dengan kandungan protein yang diharapakan yaitu 28%, namun hasil
proksimat menunjukkan kandungan protein pada pakan adalah 25, 0687 %. Kandungan
protein pada pakan tidak sesuai dengan harapan, hal ini disebabkan ada beberapa
faktor yang menjadi hipotesa diantaranya : kesalahan pada saat pengolahan
pembuatan pakan, terlalu lama proses penjemuran pakan dengan menggunakan sinar
matahari. Sinar ultraviolet yang berasal dari cahaya matahari dapat merusak
susunan nutrisi pada pakan, mulai dari susunan protein, karbohidrat, lemak dan
lain sebagainya.
Proses peemberian pakan pada ikan percobaan yaitu dengan
memberikan pakan sebesar 10% dari bobot tubuh ikan, dengan pemberian pakan 3 x
sehari yaitu pagi, siang, dan sore. Minggu pertama ikan tidak memanfaatkan
pakan hasil buatan untuk dimakan, bahkan ketika pakan masuk ke mulut ikan Nila,
pakan tersebut dikeluarkan lagi dari mulut ikan itu sendiri (dimuntahkan). Hal
ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya, ikan tidak menyukai rasa dari
pakan tersebut, karena pakan terdiri dari daging keong mas yang mungkin tidak
disukai oleh ikan Nila yang bersifat herbivora. Pakan yang diberikan pada ikan
tidak dimakan oleh ikan Nila, yang mengakibatkan air di dalam wadah
pemeliharaan mengalami kekeruhan, hal ini dapat mengurangi kandungan oksigen
yang terlarut dalam air, oleh karena itu penyiponan air dilakukan sekali dalam
dua hari.
Ikan Nila bertahan hidup dengan memanfaatkan lemak yang
ada dalam tubuh ikan tersebut selama satu minggu. Pertumbuhan ikan Nila tidak
bagus, kurus dan memiliki kepala yang besar. Berdasarkan hasil pengamatn untuk
uji biologi dengan nilai GR 0,032
menunjukkan bahwa pada minggu ke-2 ikan Nila mulai memanfaatkan pakan
untuk tumbuh dan bertahan hidup.
Hasil pengamatan untuk mortalitas sebesar 5%, hanya 1
ekor ikan yang mati dari 20 ekor dan kelangsungan hidup 95%, hal ini
menunjukkan hasil yang cukup baik, karena meskipun ikan tidak memakan pakan
yang diberikan, namun ikan tersebut masih dapat bertahan hidup. Untuk
kelangsungan hidup atau tingkat mortalitas dapat ditentukan oleh beberapa
faktor diantaranya : Kualitas air yang buruk akan mengakibatkan tingkat
mortalitas tinggi begitu pula sebaliknya kualitas air yang baik akan menurunkan
tingkat mortalitas. Persaingan tempat (ruang), semakin kecil wadah yang
digunakan untuk jumlah ekor ikan yang banyak maka akan mengancam kelangsungan
hidup ikan yang dikulltur dan lain sebagainya.
BAB V
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
Adapun
yang dapat disimpulkan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
Ø Bahan
pakan harus memiliki kandungan protein yang tinggi, murah dan mudah ditemukan.
Ø Proses
penjemuran bahan pakan tidak boleh terlalu lama.
Ø Dengan
kandungan protein 25, 0687 % tidak memberikan hasil yang optimal pada
pertumbuhan ikan Nila.
Ø Kandungan
air pada pakan sangat mempengaruhi kualitas pakan.
5.2
Saran
Ø Asisten
harus lebih aktif untuk mengontrol kejadian dilapangan, agar praktikan tidak
membuat hasil manipulasi untuk dipresentasikan.
DAFTAR PUSTAKA
Buckle,
K.A, R.A. Edward, G.H. Fleet, and M. Wooton. 1985. Ilmu pangan.
Universitas Indonesia. Press, Jakarta.
Brown,
E.E. and J.B. Braztek. 1980. Fish farming hand book. West Port CRI AVI
Publishing Company, New York.
Hariyadi,
B., F.N. Rachmawati, dan S. Sukmaningrum. 2002. Uji efektivitas penggunaan
protein pakan pada ikan patin (Pangasius sp.) melalui pendekatan pada
keefisienan pakan, produktivitas protein dan retensi energinya. Laporan
Penelitian. Fakultas Biologi, Unsoed. Purwokerto.
Murray,R.K;
D.K.Granner; P.A. Mayes; and V.W. Rodwell. 1999. Biokimia
Harper. Edisi 24. Penerbit
Buku kedokteran EGC. Jakarta.
Nurhidayatulloh.
2003. Keefisienan penggunaan protein dan energi pakan ikan patin (Pangasius
sp.) yang dipelihara dengan frekuensi pemberian pakan berbeda. Skripsi.
Fakultas biologi Unsoed, Purwokerto. (Tidak dipublikasikan).
Rachmawati,
F.N., B. Hariyadi, dan U. Susilo. 2003. Pengaruh perbedaan kadar protein dan
energi dalam pakan terhadap pertumbuhan dan komposisi tubuh ikan patin, Pangasius
spp. Sains Akuatik 6(1):19-26.
Zonneveld,
N., E.A. Huismar, dan J.H. Boon, 1991. Prinsip-prinsip budidaya ikan.
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.