Tampilkan postingan dengan label ransume pakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ransume pakan. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juni 2015

teknik pembuatan dan pemberian pakan pada ikan Nila

Laporan Praktikum MK Teknik Pembuatan dan Pemberian Pakan
TEKNIK PEMBUATAN DAN PEMBERIAN PAKAN PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN PROTEIN 28 %

Di susun oleh :
Nama          :         Kinang
Nim            :         1211102010028
Kelompok       :           1         
Asisten            :           Bachtiar Lubis SPi




JURUSAN BUDIDAYA PERAIRAN
FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
BANDA ACEH

2015

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr .Wb.
            Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT yang dengan hidayah-Nya saya telah menyelesaikan Laporan Praktikum  Mata Kuliah Teknik Pembuatan Dan Pemberian Pakan Pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dengan Protein 28 %.
            Ucapan terima kasih kepada para asisten yang telah membimbing kami dalam kegiatan percobaan pada saat praktikum, kami berharap dengan adanya laporan ini dapat membantu kami bagaimana  teknik pembuatan pakan yang benar agar pakan yang dibuat dapat membanti pertumbuhan dan kelangsungan hidup dari ikan yang dibudidayakan.
            Saya menyadari mungkin masih banyak kekurangan dalam membuat sebuah laporan hasil dari analisa data, untuk itu saya menunggu kritik dan saran yang membangun untuk menambah kekualitasan sebuah laporan hasil dari sebuah penelitian atau pengamatan.






Darussalam, 1 Juni 2015
Penyusun


Kinang
(1211102010028)



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii
DAFTAR TABEL..................................................................................................... iii
BAB I  PENDAHULUAN....................................................................................... 1
1.1  Latar Belakang......................................................................................... 1
1.2  Tujuan Praktikum..................................................................................... 2
BAB II  TINJAUAN PUSTAKA............................................................................. 3
BAB III  METODELOGI KERJA........................................................................... 5
3.1 Waktu dan Tempat................................................................................... 5
3.2 Alat dan Bahan........................................................................................ 5
3.3 Cara Kerja................................................................................................ 6
BAB IV  HASIL DAN PEMBAHASAN................................................................ 7
4.1 Hasil Pengamatan..................................................................................... 7
 4.2 Pembahasan............................................................................................. 7
BAB V  PENUTUP................................................................................................... 10
5.1 Kesimpulan .............................................................................................. 10
5.2 Saran......................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 11
LAMPIRAN.............................................................................................................. 12




DAFTAR TABEL

Tabel.1 Alat dan Bahan untuk pembuatan pakan...................................................... 5
Tabel.2 Alat dan Bahan treatmen pemberian pakan pada ikan Nila.......................... 6
Tabel.3 Hasil Pengamatan Uji Fisika......................................................................... 7
Tabel.4 Hasil Pengamatan Uji Kimia......................................................................... 7
Tabel.5 Hasil Pengamatan Uji Biologi....................................................................... 7

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Budidaya ikan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting saat ini dan masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan ikan merupakan salah satu jenis pangan yang sangat dibutuhkan oleh manusia yang mempunyai hargajual relatif murah dan mempunyai kandungan gizi yang lengkap. Dengan mengkonsumsi ikan maka kebutuhan gizi manusia akan terpenuhi. Oleh  karena itu kemampuan sumberdaya manusia untuk memproduksi ikan budidaya sangat dibutuhkan. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan keterbatasan lahan budidaya selanjutnya, maka dibutuhkan suatu teknologi budidaya ikan pada lahan yang terbatas dan produktivitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Pakan merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya karena sangat berpengaruh terhadap kinerja ikan, yang meliputi pertumbuhan dan reproduksi. Oleh karena itu, pemberian pakan yang berkualitas diharapkan dapat meningkatkan keefisienan pakan, yang tercermin dalam peningkatan pertumbuhan. Pertumbuhan adalah perubahan ukuran baik bobot atau panjang dalam jangka waktu tertentu. Pertumbuhan hanya akan terjadi apabila kandungan energi dalam pakan melebihi dari energi yang diperlukan untuk pemeliharaan tubuh dan mengganti sel rusak.
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan genus ikan yang dapat hidup dalam kondisi lingkungan yang memiliki toleransi tinggi terhadap kualitas air yang rendah, sering kali ditemukan hidup normal pada habitat-habitat yang ikan dari jenis lain tidak dapat hidup. Bentuk dari ikan nila panjang dan rampin berwarna kemerahan atau kuning keputih-putihan. Perbandingan antara panjan total dan tinggi badan 3 : 1. Ikan nila merah memiliki rupa yang mirip dengan ikan mujair, tetapi ikan ini berpunggung lebih tinggi dan lebih tebal, ciri khas lain adalah garis-garis kearah vertikal disepanjang tubuh yang lebih jelas dibanding badan sirip ekor dan sirip punggung.
Energi bagi makhluk hidup berasal dari makanan dimana dari makanan ini akan diubah menjadi energi kimia dan disimpan dalam tubuh dalam bentuk Adenosin Tri Phosphat (ATP). Dengan adanya energi ini dapat mengubah energi kinetik dari suatu reaksi metabolisme yang menimbulkan kerja dan panas. Pada ikan sumber energi diperoleh dari pakan, dimana pada pakan ikan ini mengandung zat gizi/nutrien yang berasal dari karbohidrat, lemak dan protein dan dapat terukur secara langsung atas pertolongan bom kalorimeter. Energi diperlukan untuk melakukan pekerjaan mekanis (aktivitas otot), pekerjaan kimia (proses kimia yang berlangsung dalam tubuh), kerja elektrik ( aktifitas saraf), dan pekerjaan osmotik (memelihara badan untuk menjaga keseimbangan satu sama lain dan dengan medium air tawar, payau atau air laut dimana organisme air itu hidup).

1.2  Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dilakukan praktikum ini adalah untuk mengetahui teknik pembuatan pakan, mulai dari pemilihan bahan baku pakan, untuk mendapatkan protein yang tepat sesuai dengan protein yang dibutuhkan oleh ikan yang kita budidayakan.











BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
            Laju pertumbuhan khusus (Specific Growth Rate/SGR) merupakan parameter biologi yang menunjukkan kecepatan pertumbuhan (Djangkaru, 1974). Pertumbuhan ikan uji selama percobaan dicerminkan oleh adanya nilai laju pertumbuhan khusus (SGR). Menurut Buckle et al. (1985), pertumbuhan mikroba dalam bahan pakan menyebabkan perubahan yang menguntungkan, seperti perbaikan bahan pakan dari segi mutu baik aspek gizi maupun daya cerna.     
            Pertumbuhan hanya akan terjadi apabila kandungan energi dalam pakan melebihi dari energi yang diperlukan untuk pemeliharaan tubuh dan mengganti sel rusak (Zonneveld et al., 1991). Pada hasil penelitian Hariyadi et al. (2002) pada ikan patin memberikan nilai SGR sebesar 0,327 – 0,600%. Hal ini menunjukkan bahwa masing-masing jenis ikan mempunyai nilai SGR tertentu, yang tergantung pada kualitas dan intake pakannya untuk menunjang laju pertumbuhannya.
            Menurut Nurhidayatulloh (2003), kualitas pakan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi nilai keefisienan protein. Selain itu, nilai keefisienan protein dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain ukuran ikan, fungsi fisiologis ikan, dan laju makan (Brown and Bratzek, 1980). Kualitas pakan ditentukan oleh kandungan nutrisi dan energi dalam pakan tersebut. Kandungan energi pakan yang tinggi menyebabkan pemanfaatan protein kurang efisien, karena terlalu banyak energi dapat menyebabkan pengurangan intake pakan dan juga mengurangi pemasukan nutrisi (Rachmawati et al., 2003).
            Keefisienan protein secara nyata sangat dipengaruhi oleh kadar energi dalam pakan, dan retensi protein juga dipengaruhi oleh kadar protein dan energi. Pada juvenil ikan “Flounder”, Paralichthys oliveaceus, yang diberi pakan 40% protein dan energi rendah, keefisienan proteinnya lebih tinggi daripada ikan yang diberi pakan 30 – 40% protein dengan kadar energi lebih tinggi (Lee et al., 2000). Vitamin A dalam pemberiannya pada ikan sebaiknya tidak berlebihan, karena berdasarkan hasil penelitian dalam Tacon (1991), pemberian vitamin A dengan dosis 2,2 – 2,7 juta IU/kg pada ikan salmon memberikan dampak keracunan.
            Menurut Murray (1999), vitamin D merupakan prohormon steroid. Vitamin ini diwaklili oleh senyawa steroid yang terutama terdapat pada hewan, tanaman dan ragi. Melalui berbagai perubahan metabolik dalam tubuh, vitamin D menghasilkan suatu hormon yang dikenal dengan nama kalsitriol, kalsitriol ini mempunyai peranan sentral dalam metabolisme kalsium dan fosfor. Dari beberapa jenis vitamin D dua diantaranya dianggap yang paling penting yaitu vitamin D2 (ergo kalsiferol) dan vitamin D3 (7-dehidrokolesterol kolikolaferol). Struktur kedua vitamin tersebut sangat mirip.


BAB III
METODELOGI
3.1 Waktu dan Tempat
            Praktikum ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala, tepatnya dari tanggal 3-9 Mei 2015 merupakan pemilihan bahan baku dan pembuatan pakan untuk ikan Nila. Sedangkan pada tanggal 10-23 Mei 2015 tahap uji pakan terhadap kelangsungan hidup ikan Nila. Terakhir merupakan kegiatan evaluasi dan persentasi hasil dari praktikum pada tanggal 30 Mei 2015 pada pukul 08.00-11.30 WIB.
3.2 Alat dan Bahan
            Berikut merupakan beberapa alat dan bahan yang digunakan pada saat praktikum berlangsung mulai dari pembuatan pakan sampai percobaan pakan pada kelangsungan hidup ikan Nila.
Tabel.1 Alat dan Bahan untuk pembuatan pakan
No.
Nama Alat dan Bahan
Jumlah
1
Dedak halus
0,83 kg
2
Tepung tapioka
0,27 kg
3
Tepung daun gamal
0,58 kg
4
Tepung daun lamtoro
0,58 kg
5
Tepung ikan
0,38 kg
6
Tepung keong mas
0,32 kg
7
Tepung kedelai
2 kg
8
Premiks
0,04 kg
9
Timbangan
1 unit
10
Mesin penggiling
1 unit
11
Tapis untuk menghasilkan tepung
1 unit
12
Wadah pengaduk
1 unit
13
Mesin pencetak
1 unit
14
Air
Secukupnya
15
Terpal
1 unit
16
Kamera
1 unit


Tabel.2 Alat dan Bahan treatmen pemberian pakan pada ikan Nila
No.
Nama alat dan Bahan
Jumlah
1
Timbangan
1 unit
2
Ikan Nila 8-13 cm
20 ekor
3
Stopwatch
1 unit
4
Penggaris
1 unit
5
Air
Secukupnya
6
Wadah
4 unit

3.3 Cara Kerja
            Adapun cara kerja untuk praktikum pembuatan pakan sampai pemberian pakan untuk melihat pertumbuhan dan kelangsungan hidup adalah
1.      Diambil dan dipilih bahan baku pakan yang efesien, murah, dan mudah didapat.
2.      Dikeringkan bahan baku sesuai dengan kebutuhan.
3.      Digiling (dihaluskan) semua bahan yang sudah kering.
4.      Ditimbang semua bahan dengan jumlah yang sudah ditentukan.
5.      Dicampur semua bahan sampai homogen kemudian diberi air secukupnya.
6.      Dicetak bahan sesuai dengan ukuran mulut ikan target.
7.      Dikeringkan pakan dengan matahari selama 2-3 jam, lalu pakan dikeringkan dengan menggunakan oven dengan suhu 600C selama 8 jam.
8.      Diukur panjang dan bobot berat ikan sebelum diberi pakan buatan tersebut.
9.      Diamati dan dicatat hasil pengukuran awal.
10.  Pakan diberikan pada ikan selama 14 hari, pada 3 wadah ikan percobaan dan 1 wadah sebagai ikan kontrol dengan pakan komersil.
11.  Setelah 14 hari ikan diukur dan ditimbang bobot berat tubuh ikan, lalu dicatat hasilnya.
12.  Diamati respon ikan terhadap pakan yang diberikan.
13.  Diamati daya apung pakan di dalam air.
14.  Diamati daya hancur pakan.
15.  Diamati warna dan bau dari pakan tersebut.
16.  Dibuktikan kandungan protein dengan uji proksimat
BAB IV
Hasil dan Pembahasan
4.1 Hasil Pengamatan
Tabel.3 Hasil Pengamatan Uji Fisika
No
Karakteristik yang diuji
Keterangan
1
Bau
Seperti daun gamal
2
Warna
Hijau kehitaman
3
Daya apung
8 detik
4
Daya hancur
2 menit

Tabel.4 Hasil Pengamatan Uji Kimia
No
Karakter yang diuji
Keterangan
1
 Kadar protein
25, 0687 %

Tabel.5 Hasil Pengamatan Uji Biologi
No
Karakter yang diuji
Keterangan
1
Laju pertumbuhan  (GR)
0,032 %
2
Mortalitas
5 %
3
Kelangsungan hidup  (SR)
95 %
4
Konversi pakan  (FCR)
0,4 kg

4.2 Pembahasan
            Proses pembuatan pakan dilakukan secara berurutan, mulai dari pemilihan ikan yaitu diambil ikan Nila yang cendrung bersifat Herbivora, kemudian pemilihan bahan basal dan bahan suplemen. Beberapa pertimbangan untuk memilih bahan baku pakan tersebut diantaranya : ketersediaan bahan baku yang mudah didapat, dengan harga murah dan memiliki protein tinggi. Setelah penentuan bahan, maka selanjutnya penentuan jumlah bahan baku dengan pertimbangan kadar protein  masing-masing bahan, dengan tujuan untuk mendapatkan pakan yang memiliki kandungan protein 28 %.
            Pakan yang dihasilkan sebanyak 5 kg, dengan bau dari pakan memiliki ciri khas bau daun gamal hal ini disebabkan karena banyaknya jumlah daun gamal yang dipakai, sehingga bau dari bahan-bahan lain tertutupi sehingga cocok untuk daya tarik pakan terhada ikan yang bersifat herbivora. Warna pada pakan hijau kehitaman yang berarti perpaduan dari bahan-bahan yang berasal dari dedaunan berkolaborasi dengan tepung keong mas yang berwarna hitam. Daya apung pada pakan sangatlah singkat yaitu dengan waktu 8 detik pakan tersebut langsung tenggelam, bisa diperkirakan kandungan air pada pakan tersebut masih dalam jumlah yang banyak, yang merupakan berat kering pahan pakan karena pada saat pengeringan dengan oven hanya dengan suhu 600C, untuk tujuan agar susunan nutrisi pada pakan tidak rusak. Daya hancur pada pakan cukup lama yaitu dengan waktu 2 menit, daya hancur pakan dapat ditentukan oleh kandungan pakan dari bahan tepung tapioka, semakin banyak kandungan tepung tapioka maka daya hancur pakan akan semakin lama begitu pula sebaliknya.
            Hasil proksimat dapat menentukan apakah benar pakan yang dibuat sesuai dengan kandungan protein yang diharapakan yaitu 28%, namun hasil proksimat menunjukkan kandungan protein pada pakan adalah 25, 0687 %. Kandungan protein pada pakan tidak sesuai dengan harapan, hal ini disebabkan ada beberapa faktor yang menjadi hipotesa diantaranya : kesalahan pada saat pengolahan pembuatan pakan, terlalu lama proses penjemuran pakan dengan menggunakan sinar matahari. Sinar ultraviolet yang berasal dari cahaya matahari dapat merusak susunan nutrisi pada pakan, mulai dari susunan protein, karbohidrat, lemak dan lain sebagainya.
            Proses peemberian pakan pada ikan percobaan yaitu dengan memberikan pakan sebesar 10% dari bobot tubuh ikan, dengan pemberian pakan 3 x sehari yaitu pagi, siang, dan sore. Minggu pertama ikan tidak memanfaatkan pakan hasil buatan untuk dimakan, bahkan ketika pakan masuk ke mulut ikan Nila, pakan tersebut dikeluarkan lagi dari mulut ikan itu sendiri (dimuntahkan). Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya, ikan tidak menyukai rasa dari pakan tersebut, karena pakan terdiri dari daging keong mas yang mungkin tidak disukai oleh ikan Nila yang bersifat herbivora. Pakan yang diberikan pada ikan tidak dimakan oleh ikan Nila, yang mengakibatkan air di dalam wadah pemeliharaan mengalami kekeruhan, hal ini dapat mengurangi kandungan oksigen yang terlarut dalam air, oleh karena itu penyiponan air dilakukan sekali dalam dua hari.
            Ikan Nila bertahan hidup dengan memanfaatkan lemak yang ada dalam tubuh ikan tersebut selama satu minggu. Pertumbuhan ikan Nila tidak bagus, kurus dan memiliki kepala yang besar. Berdasarkan hasil pengamatn untuk uji biologi dengan nilai GR 0,032  menunjukkan bahwa pada minggu ke-2 ikan Nila mulai memanfaatkan pakan untuk tumbuh dan bertahan hidup.
            Hasil pengamatan untuk mortalitas sebesar 5%, hanya 1 ekor ikan yang mati dari 20 ekor dan kelangsungan hidup 95%, hal ini menunjukkan hasil yang cukup baik, karena meskipun ikan tidak memakan pakan yang diberikan, namun ikan tersebut masih dapat bertahan hidup. Untuk kelangsungan hidup atau tingkat mortalitas dapat ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya : Kualitas air yang buruk akan mengakibatkan tingkat mortalitas tinggi begitu pula sebaliknya kualitas air yang baik akan menurunkan tingkat mortalitas. Persaingan tempat (ruang), semakin kecil wadah yang digunakan untuk jumlah ekor ikan yang banyak maka akan mengancam kelangsungan hidup ikan yang dikulltur dan lain sebagainya.





BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Adapun yang dapat disimpulkan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
Ø  Bahan pakan harus memiliki kandungan protein yang tinggi, murah dan mudah ditemukan.
Ø  Proses penjemuran bahan pakan tidak boleh terlalu lama.
Ø  Dengan kandungan protein 25, 0687 % tidak memberikan hasil yang optimal pada pertumbuhan ikan Nila.
Ø  Kandungan air pada pakan sangat mempengaruhi kualitas pakan.
5.2 Saran
Ø  Asisten harus lebih aktif untuk mengontrol kejadian dilapangan, agar praktikan tidak membuat hasil manipulasi untuk dipresentasikan.

DAFTAR PUSTAKA
Buckle, K.A, R.A. Edward, G.H. Fleet, and M. Wooton. 1985. Ilmu pangan. Universitas Indonesia. Press, Jakarta.
Brown, E.E. and J.B. Braztek. 1980. Fish farming hand book. West Port CRI AVI Publishing Company, New York.
Hariyadi, B., F.N. Rachmawati, dan S. Sukmaningrum. 2002. Uji efektivitas penggunaan protein pakan pada ikan patin (Pangasius sp.) melalui pendekatan pada keefisienan pakan, produktivitas protein dan retensi energinya. Laporan Penelitian. Fakultas Biologi, Unsoed. Purwokerto.
Murray,R.K; D.K.Granner; P.A. Mayes; and V.W. Rodwell. 1999. Biokimia
Harper. Edisi 24. Penerbit Buku kedokteran EGC. Jakarta.
Nurhidayatulloh. 2003. Keefisienan penggunaan protein dan energi pakan ikan patin (Pangasius sp.) yang dipelihara dengan frekuensi pemberian pakan berbeda. Skripsi. Fakultas biologi Unsoed, Purwokerto. (Tidak dipublikasikan).
Rachmawati, F.N., B. Hariyadi, dan U. Susilo. 2003. Pengaruh perbedaan kadar protein dan energi dalam pakan terhadap pertumbuhan dan komposisi tubuh ikan patin, Pangasius spp. Sains Akuatik 6(1):19-26.
Zonneveld, N., E.A. Huismar, dan J.H. Boon, 1991. Prinsip-prinsip budidaya ikan. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.